Social Icons

Pages

Kamis, 21 Juni 2012

Mengatasi Error pada Windows Automatic Update

Setelah lama tidak memutakhirkan sistem operasi laptop kesayangan saya, beberapa hari yang lalu saya berniat untuk melakukannya. Tapi tidak biasanya program Windows Automatic Update tidak muncul pada system tray di kanan bawah monitor. Lalu saya mencoba mengaksesnya dengan cara lain yaitu melalui All Program -> Windows Update. Tidak seperti biasanya, pada laman Windows Automatic Update di samping tombol "Check Now" ada simbol lingkaran merah dengan tanda silang berwarna putih di tengahnya. Wah sudah pertanda ada yang tidak beres nih...

Tombol "Check Now" pun saya klik dan tidak berapa lama kemudian muncul error message atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai "pesan galat" seperti berikut ini:


"Windows Update cannot currently check for updates, because the service is not running, you may need to restart your computer."

Mengikuti apa yang disarankan pesan tersebut maka laptop pun saya restart. Namun setelah di-restart Windows Automatic Update tetap memunculkan pesan yang sama. Saya pun mencoba mengotak-atik setting Windows Automatic Update, dan setelah beberapa kali mengubah setting dan beberapa kali restart, error message yang sama masih saja muncul dan Windows Automatic Update tetap tidak mau dijalankan.

Tips untuk Anda, jika komputer Anda mengalami error kemudian ada error message yang muncul seperti yang saya alami, dan Anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya maka curhatlah pada Mbah Google untuk mencari solusinya.

Setelah curhat kepada Mbah Google maka munculah beberapa tautan dari beberapa website yang disinyalir menawarkan solusi untuk mengatasi error message tersebut. Dua tautan teratas berasal dari website resmi Microsoft, yang salah satunya menggiring saya ke sini.

Sayangnya cara yang ditawarkan website resmi Microsoft ini terlalu ribet. Maka saya mencari ke beberapa website lain sampai saya menemukan cara berikut ini: 

Langkah 1
Klik Orb Windows kemudian ketik "services.msc" (tanpa tanda ") pada kolom start search.

Langkah 2
Setelah konsol Services muncul carilah "Background Intelligent Transfer Service" dan "Windows Update".


Tampilan konsol Services
Langkah 3
Hentikan kedua service tersebut dengan klik kanan dan pilih stop. Biarkan konsol Services tetap terbuka

Langkah 4
Masuk ke folder C:\Windows\SoftwareDistribution dan hapus semua isi folder tersebut. WARNING! Hapus isi folder SoftwareDistribution bukan foldernya.


Screenshot isi folder SoftwareDistribution pada komputer saya.
Langkah 5
Kembali ke konsol Services dan aktikfkan lagi "Background Intelligent Transfer Service" dan "Windows Update" dengan cara klik kanan dan pilih start.

Langkah 6
Pastikan komputer Anda sudah terkoneksi dengan internet dan jalankan Windows Automatic Update.

Dan masalah Windows Automatic Update pada laptop saya pun terselesaikan. Selamat mencoba.

Source: http://maketecheasier.com/ask-windows-expert-week-17/2012/05/30
________________________________________________________________________

Platform:
Toshiba Satellite L510-S432
Windows Vista Home Premium with Service Pack 2 OEM (32-bit)
Intel Core 2 Duo T6500 2,1 GHz
RAM 2 GB
ATI Mobility Radeon HD 4500
Western Digital Caviar 320 GB Hard Disk

Senin, 04 Juli 2011

Tidak Bisa Menyalakan Wi-Fi pada Toshiba Satellite L510-S432

Suatu ketika saat hendak menyalakan wi-fi laptop saya -dinyalakan dengan kombinasi tombol Fn+F8-, tombol Fn yang ketika dipencet seharusnya menampilkan semacam floating menu -secara default akan muncul di bagian atas monitor- tak mau menampilkan menu tersebut. Menu yang disebut Flash Cards tersebut selain berfungsi untuk menghidupkan koneksi wireless juga berfungsi untuk mengatur kecerahan layar, mengatur output ke LCD, mengatur power scheme, dll. Sialnya laptop saya ,Toshiba Satellite L510-S432 -begitupun dengan beberapa seri sejenis-, tidak memiliki switch di body untuk mengaktifkan koneksi wireless seperti tipe-tipe yang "berkasta" lebih tinggi dari Satellite, misalnya saja Portege.

 Tampilan Flash Cards pada Toshiba Satellite L510-S432 milik saya
 
Untuk fungsi-fungsi lain yang sering saya gunakan masih bisa saya temukan cara lain untuk mengaktifkannya melalui Control Panel, tapi tidak dengan fungsi mengaktifkan koneksi wireless. Penyebab dari masalah ini sampai saat ini belum jelas, tapi dugaan saya mungkin dikarenakan ada update Windows Vista yg tidak kompatibel dengan aplikasi Flash Cards dari Toshiba tersebut. Karena ini terjadi setelah saya meng-update Windows Vista saya melalu fitur Windows Automatic Updates.

Copy program shortcut Restart Flash Cards
dari folder TOSHIBA -> Utilities

Paste ke folder Startup

Masalahnya sebetulnya sederhana saja, Flash Cards tersebut tidak muncul setelah saya menekan tombol Fn karena setelah Windows di-update aplikasi Flash Cards tersebut tidak langsung berjalan saat Windows mulai dijalankan (autostart -red.). Sehingga aplikasi Flash Cards tersebut harus di-restart dengan meng-klik orb Windows (Start) -> All Programs -> TOSHIBA -> Utilities -> Restart Flash Cards. Namun karena merepotkan bila setiap menyalakan Windows harus me-restart si Flash Cards ini akhirnya saya akali saja dengan meng-copy shortcut Restart Flash Card di folder yang sudah saya sebutkan sebelumnya ke dalam folder All Program -> Startup. Dan masalah pun selesai. :)

CATATAN PENTING (UPDATE):
Trik ini berhasil hanya bila di laptop Anda sudah terinstal software TOSHIBA Value Added Package. Bila sistem operasi Windows laptop Anda adalah OEM (Original Equipment Manufacturer) alias sudah diinstal dari pabrik, Anda bisa menemukan master software TOSHIBA Value Added Package pada folder C:\Program Files\TOSHIBA\TOSAPINS\COMPS1 atau pada CD driver yang disediakan oleh produsen.
_________________________________________________________________________________

Testbed platform:
Toshiba Satellite L510-S432
Windows Vista Home Premium with Service Pack 2 OEM (32-bit)
Intel Core 2 Duo T6500 2,1 GHz
RAM 2 GB
ATI Mobility Radeon HD 4500
Western Digital Caviar 320 GB Hard Disk

Selasa, 11 Maret 2008

Sembunyikan IP, Menembus Blokade

Pernahkah pembaca sekalian menemukan website yang memblokir IP address komputer Anda? Saya yakin meskipun cuma sesekali Anda pasti pernah menemuinya. Banyak hal yang bisa jadi penyebabnya, bisa jadi Anda telah melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh webmaster dari website tersebut. Salah satu website yang menerapkan sanksi pemblokiran IP address bila kita melanggar aturan dari website tersebut adalah www.gendou.com, sebuah website tempat kita bisa mendownload soundtrack dari bermacam-macam anime.

Selain itu negara kita Indonesia ini terkenal karena tingkat piracynya yang tinggi sehingga beberapa website memberlakukan kebijakan pemblokiran IP address dari Indonesia. Akibatnya tentu saja kita tidak bisa mengakses website tersebut. Salah satu website yang memberlakukan kebijakan pemblokiran IP address dari Indonesia adalah Reflexive Arcade yang beralamat di http://www.reflexive.com/, sebuah website portal download berbagai macam minigame populer untuk PC & Mac.

Nah, lalu bagaimana jika kita sudah kebelet nafsu untuk mengunjungi website tersebut? Tidak usah bingung caranya simpel saja, tinggal kita sembunyikan IP address komputer kita untuk melewati blokade tersebut.

Klik saja
Kemudian isikan alamat website yang ingin Anda kunjungi pada box seperti gambar di bawah ini.


Kemudian klik tombol "Hide My Ass!" dan selamat berselancar kembali di dunia maya. /(^_^)

Kamis, 14 Februari 2008

Cara Melakukan Data Recovery

Lagi pengen blogging tapi bingung mau cerita apa lagi ya?

Cerita tentang pengalaman berkomputer lagi aja deh... insya4JJI bisa berguna buat para pembaca yang doyan mainan komputer.

Begini ceritanya...
Waktu itu aku lagi coba main-main Norton Systemworks 2006, gak tau kenapa (lupa alasannya,namanya juga lagi main-main. He..he..) aku g puas sama tuh Norton Systemworks. Trus aku uninstall tuh Norton, nah pas lagi uninstall Norton Go Back (salah satu komponen Norton Systemworks) aku cancel prosesnya. Abisnya sebel & gak sabar, ditungguin hampir sejam gak ada progress.

Tapi apa yang terjadi, MUSIBAH BESAR !!!
Drive D-ku gak kebaca di Windows Explorer padahal pas diliat di BIOS masih kebaca. Kulihat lewat Partition Magic drive D masih kebaca, file systemnya dari NTFS berubah jadi Hex 44 & free spacenya 100%. Mampus deh... Wallpaper yang bertahun-tahun aku kumpulin, MP3 lagu-lagu Jepang yang jumlahnya ribuan hasil download bertahun-tahun, PV grup-grup musik Jepang dan file-file lainnya lenyap semua.

Besoknya langsung aku bawa hard disk itu ke tempat reparasi komputer kenalanku. Mereka pakai Ontrack Easy Recovery Pro 6.0 buat recover dataku, tapi sayang hasilnya cuma -/+ 40% file yang selamat. Itupun ada yang ekstensinya jadi kacau, ada juga file yang datanya jadi acak.

Tapi aku gak nyerah, selama beberapa hari aku browsing internet cari & download software-software file recovery. Mulai dari yang diulas di majalah komputer sampai yang hasil Googling aku coba semua. Sampai akhirnya aku nemu satu yang tokcer, namanya Runtime Getdataback for NTFS waktu itu masih versi 3.01. Pokoke software ini tokcer banget, cuma dengan 3 step 100% fileku yang lenyap berhasil direcovery tanpa ada yang ekstensinya kacau ataupun datanya ngacak.

Kalau pembaca sekalian mau coba keampuhan software tersebut download aja versi demonya dari websitenya di http://www.runtime.org/, saat ini versi yang terbaru adalah 3.32. Tapi software ini tidak gratis alias berbayar, Anda cukup merogoh kocek sebesar US$ 69 (FAT) & US$ 79 (NTFS) untuk mendapatkan full version dari software ini. Software ini tersedia untuk 2 jenis file system yaitu NTFS & FAT32, tinggal download aja sesuai dengan file system hard disk kita.

Pesan saya untuk pembaca sekalian, rutinlah backup data-data Anda ke media simpan eksternal seperti CD, DVD, portabel hard disk, dll. Membackup data pada media simpan eksternal memang tampaknya boros biaya, terlebih bila Anda memiliki data dalam jumlah besar. Namun percayalah cara itu masih lebih ekonomis daripada Anda harus menggunakan jasa recovery data.

Sebagai ilustrasi kita asumsikan Anda mempunyai hard disk dengan kapasitas 80 GB & terisi penuh oleh data. Bila Anda membackup data Anda ke dalam DVD (harga Rp 3000/keping) Anda cukup mengeluarkan dana sebesar -/+ Rp 60.000, perhitungannya <80gb/4,7gb> X Rp 3000/keping.

Sedangkan bila kita terpaksa menggunakan jasa recovery data, dana yang harus dikeluarkan untuk hard disk berkapasitas 40 GB minimal adalah Rp 200.000 bahkan ada yang berani mematok sampai puluhan juta rupiah. Silakan Anda hitung sendiri mana yang lebih ekonomis. (^_^)

Nah sampailah kita di akhir cerita, tapi sebelum kita akhiri aku mau bagi tips & trik dulu.

TIPS & TRIK MENGHADAPI HARD DISK YANG TIBA-TIBA RUSAK DAN MERECOVER DATA:
  1. Disrankan jangan mengutak-atik hard disk yang rusak jika pengalaman & pengetahuan masih minim, salah-salah data Anda malah tidak bisa direcover sama sekali.
  2. Segera panggil profesional untuk menangani.
  3. Bila hard disk Anda masih terbaca oleh BIOS namun tidak terbaca OS kemungkinan hard disk Anda hanya mengalami kerusakan system file atau partisi.
  4. Bila hard disk Anda tidak terbaca oleh BIOS maupun OS berarti hard disk Anda mengalami kerusakan fisik, misalnya slot power supplynya rusak sehingga arus listrik tidak dapat masuk.
  5. Bila telah dicoba untuk merecover data dengan sebuah software file recovery namun tidak berhasil, jangan keburu menyerah & memutuskan untuk memformat hard disk Anda. Cobalah untuk memakai software file recovery lainnya.
  6. Untuk menampung data hasil recovery gunakan hard disk lain. Jangan menyimpan data hasil recovery pada hard disk yang sedang direcover.

Berhubung aku dah ngantuk banget, so cerita kita akhiri di sini. Lain kali aku posting lagi dengan topik-topik yang lebih menarik. Wassalam... (^_^)/